Selasa, 28 Juli 2009

Transformasi Budaya.

Transformasi Budaya RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo.
Transformasi Budaya (transformation = perubahan), ini bukan karena film Transformer sedang diputar di Jakarta, tetapi istilah ini sudah mulai dikenal sejak lebih kurang 5 tahun yang lalu, di lingkungan karyawan Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, namun realisasi dampaknya baru mulai dirasa sejak tahun 2007 kemarin. Sebenarnya istilah ini menurut penulis merupakan sebuah jargon yang dibuat untuk merubah pola pikir dan kinerja seluruh karyawan. Memang selama bekerja sekian tahun, penulis belum pernah merasakan perubahan yang berarti di dalam lingkungan dan suasana kerja. Baru pada tahun 2007 kemarin, sudah mulai ada perubahan-perubahan yang cukup berarti, perubahan pada konsep kerja, system dan reward/ punishment, sudah mulai dilaksanakan.
Perubahan yang mulai berarti, penulis rasakan sejak dimulainya pembangunan fisik sarana ruang perawatan Public Wing, ruangan yang ditujukan untuk perawatan pasien-pasien umum dan kelas tiga. Dimana koorporat (rumah sakit) sudah mulai menerapkan system yang lebih tertib, baik bagi karyawan maupun pasien dan pengunjung pasien.


Gedung A, Public Wing RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo


Karyawan absensi menggunakan Finger Print, ruangan kerja perawat terpantau cctv, pintu masuk dijaga petugas security, sehingga keluarga pasien hanya boleh menunggu di luar, dan sudah disediakan rumah singgah dengan biaya hanya Rp 15,000,00 permalam, merupakan sebagian system baru yang diterapkan di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo. Bahkan karyawan yang akan masuk gedung ini, jika tidak memakai Nametag juga tidak diijinkan masuk.
Mungkin dengan adanya gedung baru ini, dirasakan oleh koorporat merupakan waktu yang tepat untuk diterapkannya proses perubahan yang berarti di lingkungan rumah sakit ini.




Pintu masuk Gedung A, Public Wing



Transformasi Fisik (kalau boleh penulis mengistilahkannya), merupakan proses awal yang bisa penulis rasakan, untuk kemudian kearah transformasi kinerja, agar bisa menjadi transformasi budaya (memakai istilah penulis sendiri). Transformasi fisik sedang terus berlangsung dengan dibangunnya Gedung International Wing, bangunan yang nantinya diperuntukan bagi pelayanan VIP dan Super VIP. Dan Transformasi kinerja pun menurut penulis sedang terus berlangsung. Apakah sudah berjalan dengan baik ?, atau bahkan berhasil ?, rasanya tidak ada yang tahu, karena sampai saat ini belum ada survey ataupun data yang mengatakan tentang outpun dari jargon ini.




























Kamis, 23 Juli 2009

Manuscript

The study is to analyse the Bussiness propered of Magnetic Resonance Imaging 1,5 Tesla Services, In Radiology Departemen of Dr Cipto Mangunkusumo General Hospital. In substitution of older MRI 0.5 Tesla..
It’s describtive analytic of qualitative study by secondary internal and external data, observed and interview. Analysed bussiness propered aspects in market aspect, technology aspect, management aspect, law and legality aspect and last in finance aspect, will be estimation probability of the business.
The result of study showed those four of propered aspects by Internal External Matrix and SWOT are placed on Growth and Build sel, and 1st quadran.
In finance analysis the Net Present Value in positive score and Internal Rate of Return is above of bank interes rate.
The Magnetic Resonance Imaging 1.5 Tesla is propered to be existence in Radiology Departemen of Dr Cipto Mangunkusumo General Hospital.
According to this study, suggested to consider of three options for investation, by self financing, loan of bank or cooperation.

Sabtu, 28 Maret 2009

Situ Gintung

Tempat itu sebenarnya gak asing buat saya. Saya kecil sampai lulus SMP masih mundar mandir ke tempat tante di kompleks IAIN (skr sudah jadi Universitas Negeri), ke tempat family lain di kompleks UI. Pokoknya sekitar Ps Jum'at dan Ciputat cukup saya kenal, bahkan ibu saya sekarangpun tinggal tdk jauh dari sana, di Pondok Cabe tepatnya.
Jadi sangat mengagetkan kejadian lusa malam itu terjadi di sana, sangat miris. Tanpa bermaksud ikut2 an, tapi sungguh dalam hati saya, menangis melihat berita kejadian di Situ Gintung, sehingga sekarang pada hari ke 3, saya tidak mau menonton berita nya di TV.
Semoga yang pergi diberi kelapangan jalan, dan yang kehilangan harta benda diberi kekuatan hati
Amiin

Jumat, 13 Maret 2009

Bisnis

Awalnya hanya mencoba menerapkan apa yg pernah saya terima di FKM pada mata kulian Manajemen Pelayanan, saya mencoba menghitung berapa cost (biaya) pada pemeriksaan DSA Angiografi.

Tapi kemudian saya diminta Ka Dep Radiologi untuk masuk jajaran Akuntansi Departemen.
Waktu itu hal yang pertama-tama saya lakukan adalah mencoba menghitung kembali Unit Cost pada seluruh pelayanan Radiologi Diagnostik, ini juga dikarenakan ada teguran dari kepala Bagian Keuangan (waktu itu) RSCM, karena beliau heran dengan perincian tarip Departemen Radiologi yang dibuat oleh staf terdahulu.

Kemudian saya buat tarip baru (yang ternyata langsung disetujui Direksi), dan ternyata dinilai lebih rasional dari unit costnya. Seterusnya saya dipercaya untuk membuat dan menyusun unit Cost dan tarip Departemen. Sampai yang terkini membuat unit cost untuk Pelayanan Radiologi Internasional Wing.

Dari belajar menghitung Unit Cost, kemudian saya juga ikut tim KSO untuk menyusun Bisnis Plan pengadaan pelayanan MSCT 64, MRI 1,5 T, SPECT CT, dan Gamma Cammera Kedokteran Nuklir, yang melihat dari perencanaan nya, Estimasinya hingga Cashflow nya.

Menyenangkan juga, saya merasa bekerja pada pekerjaan yang tidak menjenuhkan, karena selain saya tetap di pelayan CT Scan, saya juga melaksanakan pekerjaan Manajemen.

Belajar bisa dilakukan dimana saja, dari siapa saja dan apapun pelajarannya.

Selasa, 10 Maret 2009

My Blog

Saya bukan seorang yang hobi membaca, membaca sekedar kalau butuh.
Dan saya juga bukan seorang yang suka menulis, kalaupun punya pendapat, gagasan, atau ide, lebih sering dalam suatu discusi langsung saja, jarang sekali saya tuangkan ke dalam sebuah tulisan.
Waktu jaman sekolah, suka sih saya menulis seperti model Diary gitu, rata-rata isinya tentang uneg-uneg atau kutipan pengalaman mengesankan (... biasanya moment nya pada gadis yang saya sukai ...).
sampai pada saat saya mulai kuliah S2 ini, membuat Blog sendiri menjadi suatu kewajiban seluruh mahasiswa. Dan kebetulan sebelum dosen saya meminta seluruh mahasiswa membuat blog, saya sudah mencoba membuat sendiri. Makanya yang lain membuat di Worldpress (sesuai tutorial dosen) saya saja yang mebuat di Blogger (atau yang sudah membuat di blogger, membuat lagi di Worlpress)
Saya melihat desain Blogger lebih bervariasi, dan lebih enak untuk didisain sendiri.
Blog sudah jadipun saya tidak terlalu aktif untuk mengisi dengan tulisan saya. saya masih terlalu malas untuk membuat tulisan, apalagi tugas Tesis sedang menunggu.
Sampai pada saat 2 hari lalu, ketika saya mencoba coba Google search dengan mengetik "yulianto blog". ternyata blog saya diurutan ke-2 mesin pencari, dari 55 rb lebih daftar blog dan data lain.
Saya balik di mesin pencari saya ketik "blog yulianto". tetap blog saya urutan nomer 2 !! dari 55 rb lebih daftar, luar biasa, saya baru tersadar blog saya merupakan blog yang bisa jadi "prime blog", kenapa tidak saya lebih aktifkan lagi ?
Maka sejak kini saya berjanji untuk menuangkan semua uneg-uneg, pendapat, ide, kritikan bahkan mungkin makian saya ke dalam blog saya, Thanx Blogger !!

Sabtu, 07 Maret 2009

fenomena "Ponari Sweat"

Lucu juga ya masyarakat kita, ada anak usia SD, yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit ("berbagai macam !!" - coba bayangkan dengan nalar kita) hanya dengan mengobokkan tangannya ke dalam air minum pasien nya. Wuih !!! apa gak kheki tuh profesor, dokter spesialis (apa lagi yang belakangnya pakai "(K)").

Dan apa komentar, masyarakat kita :
- Pengobatan Alternatif (pengobatan ??) (kata seorang pejabat tinggi di Jawa Timur).
apa bisa hal itu dibilang "pengobatan", mata saya yang awam sih bilang itu kegiatan "klenik", sugesti, dan dekat ke unsur hal yang berbau mistis.

Dan yang lucu lagi, banyak ahli yang mencoba meneliti unsur apa yang terkandung di dalam batu si anak.
dengan kata lain "orang ahli" ini percaya batu si anak SD ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. (kok ..... !!??)

Instansi resmi di jawa timur meneliti kandungan air yang sudah dicelupi batu si anak,

Saya jadi bingung, begitu sakti nya ya anak ini, sehingga selain orang awam yang datang berbondong-bondong ke Jombang untuk berobat, ternyata banyak juga para "pakar" ahli yang berbondong-bondong mencoba "meneliti" nya.
Yah kita bisa tebak lah, backround orang yang berobat ke si anak, lalu bandingkan dengan backround para peneliti tadi, sama tidak ya ??

Kalau saya punya argument sendiri tentang fenomena ini.
Saya pikir masyarakat kita sedang dalam kondisi yang tidak stabil (bahasa halusnya)
Saya bekerja di Rumah Sakit terbesar dengan jumlah pasien 60% lebih, pasien-pasien bergelar "kin" (paling tidak gelar pada saat berobat, krn banyak yang 'sadikin" -sakit dikit miskin-),
tampaknya karakter masyarakat kita sudah terbiasa dengan keinginan yang "instant" cepat,

Maunya dilayani dengan cepat, hasilnya cepat dan keinginannya sembuh juga dengan cepat, suatu hal yang mustahil, bahkan dengan tehnik pengobatan termodern sekalipun.

Sehingga begitu mendengar ada si Ponari, yang "katanya" bisa menyembuhkan dengan batu "ajaibnya", maka berbondong-bondong lah semua mencoba.

Dan lucunya, masyarakat lain yang katanya ahli-ahli itu, ingin juga ikut terlibat didalam fenomena ini, walaupun saya yakin keterlibatan mereka bukan ingin terlibat seperti yang lain, meminum air putih yang sudah dikobok-kobok Ponari. paling tidak sekedar terlibat dengan isu yang sedang hangat.
Mungkin termasuk saya (tapi bukan untuk minum air kobokan loh, . . . apalagi air comberan nya rumah Ponari.
Astagafirullah.

Minggu, 01 Maret 2009

Degradasi semangat

Aduh, punya cukup waktu tidak punya, sama saja, berat banget rasanya, perlu ada stimulus nih buat bakar kepala biar mulai lagi.
Padahal data sudah lengkap, observasi sudah. materi bahkan sudah akan terealisasi.
ternyata gak cuma ekonomi Indonesia aja yang perlu stimulus he he he ....
Semangat orang-orang nya juha perlu !!!
hah mahasiswa .... mahasiswa !!!
Ini bagian yang paling gak enak nya Kuliah Lagi, setelah kemarin-kemarin dengan tugas bertumpuk.